Kepemimpinan Soeharto dan Agent of Change
Seorang pemimpin dengan gaya
kepemimpinannya dapat menjadi pembaharu organisasi dan memberi warna terhadap
budaya organisasi. Ambil contoh (Alm) Soeharto, Presiden Republik Indonesia
ke-2 setelah Soekarno, yang menjadi pemimpin negara ini selama kurang lebih 31
tahun (1967-1998), Soeharto menorehkan sejarah dalam perjalanan bangsa ini,
menjadi tokoh pembangunan di negara ini, dan gaya kepemimpinannya memberi warna
tersendiri dalam dinamika berbangsa dan bernegara (baca: budaya organisasi).
MASA SEBELUM SOEHARTO MENJADI PRESIDEN
Kondisi Indonesia dari merdeka
sampai pada masa Presiden Soekarno lengser diwarnai dengan berbagai kemelut.
Mulai dari gerakan separatis dimana-mana, pergantian kabinet yang sering
terjadi, perdebatan mengenai Undang Undang Dasar negara, campur tangan Amerika
Serikat tentang keamanan di Indonesia, sampai masalah ideology NASAKOM. Pada
masa Demokrasi Terpimpin yang dijalankan Presiden Soekarno, ada kolaborasi
antara kepemimpinan PKI dan kaum borjuis nasional dalam menekan
pergerakan-pergerakan independen kaum buruh dan petani Indonesia. Kolaborasi
ini tetap gagal memecahkan masalah-masalah politis dan ekonomi yang mendesak
Indonesia kala itu. Pendapatan ekspor Indonesia menurun, cadangan devisa
menurun, inflasi terus menaik dan korupsi kaum birokrat dan militer menjadi
wabah sehingga situasi politik Indonesia menjadi sangat labil dan memicu
banyaknya demonstrasi di seluruh Indonesia, terutama dari kalangan buruh,
petani, dan mahasiswa. Semua masalah diatas membuat pembangunan di Indonesia
menjadi terhambat.
PEMBAHARUAN YANG DILAKUKAN SOEHARTO
Soeharto resmi dilantik menjadi
Presiden Indonesia kedua menggantikan Soekarno pada tanggal 27 Maret 1968.
Setelah menjadi presiden, Soeharto melakukan berbagai macam perubahan yang
nyata bagi bangsa Indonesia, jika dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya
bahkan sesudahnya. Dengan kestabilan ekonomi dan politik, pembangunan di
Indonesia dapat leluasa dan lebih terfokus dilakukan. Adapun contoh-contoh perubahan
yang terjadi ketika Soeharto menjadi presiden antara lain:
- Meningkatnya jumlah ekspor beras, sampai Indonesia mengalami swasembada pangan pada tahun 1984, yang merupakan sebuah prestasi membanggakan di mata dunia.
- Harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) yang murah dan terjangkau bagi masyarakat kecil
- Pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah di Indonesia
- Program kependudukan melalui Keluarga Berencana yang berhasil sehingga mendapat penghargaan dari PBB berupa United Nations Population Award.
- Kestabilan politik dengan digantinya sistem multipartai seperti pada zaman presiden Soekarno, dengan penyatuan kekuatan-kekuatan politik menjadi 3 partai yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Demokrasi Indonesia (PDI), dan Golongan Karya (Golkar)
- Kemajuan ekonomi sehingga Indonesia sempat dimasukkan dalam daftar negara-negara industri baru bersama Singapura, RRC, dan Korea Selatan. Indonesia sempat dijuluki sebagai macan Asia.
analisis :
termasuk dalam insider agent of changes karena memiliki memahami sistem sosial, pemahaman bahasa setempat, mengerti nama-nama, mengidentifikasi kebutuhan, dan populer dalamn lingkungan sekitar.
anjani tria lestari.
201141201
fsiang