Senin, 20 Mei 2013



Kepemimpinan Soeharto dan Agent of Change
Seorang pemimpin dengan gaya kepemimpinannya dapat menjadi pembaharu organisasi dan memberi warna terhadap budaya organisasi. Ambil contoh (Alm) Soeharto, Presiden Republik Indonesia ke-2 setelah Soekarno, yang menjadi pemimpin negara ini selama kurang lebih 31 tahun (1967-1998), Soeharto menorehkan sejarah dalam perjalanan bangsa ini, menjadi tokoh pembangunan di negara ini, dan gaya kepemimpinannya memberi warna tersendiri dalam dinamika berbangsa dan bernegara (baca: budaya organisasi).

MASA SEBELUM SOEHARTO MENJADI PRESIDEN
Kondisi Indonesia dari merdeka sampai pada masa Presiden Soekarno lengser diwarnai dengan berbagai kemelut. Mulai dari gerakan separatis dimana-mana, pergantian kabinet yang sering terjadi, perdebatan mengenai Undang Undang Dasar negara, campur tangan Amerika Serikat tentang keamanan di Indonesia, sampai masalah ideology NASAKOM. Pada masa Demokrasi Terpimpin yang dijalankan Presiden Soekarno, ada kolaborasi antara kepemimpinan PKI dan kaum borjuis nasional dalam menekan pergerakan-pergerakan independen kaum buruh dan petani Indonesia. Kolaborasi ini tetap gagal memecahkan masalah-masalah politis dan ekonomi yang mendesak Indonesia kala itu. Pendapatan ekspor Indonesia menurun, cadangan devisa menurun, inflasi terus menaik dan korupsi kaum birokrat dan militer menjadi wabah sehingga situasi politik Indonesia menjadi sangat labil dan memicu banyaknya demonstrasi di seluruh Indonesia, terutama dari kalangan buruh, petani, dan mahasiswa. Semua masalah diatas membuat pembangunan di Indonesia menjadi terhambat.
PEMBAHARUAN YANG DILAKUKAN SOEHARTO
Soeharto resmi dilantik menjadi Presiden Indonesia kedua menggantikan Soekarno pada tanggal 27 Maret 1968. Setelah menjadi presiden, Soeharto melakukan berbagai macam perubahan yang nyata bagi bangsa Indonesia, jika dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya bahkan sesudahnya. Dengan kestabilan ekonomi dan politik, pembangunan di Indonesia dapat leluasa dan lebih terfokus dilakukan. Adapun contoh-contoh perubahan yang terjadi ketika Soeharto menjadi presiden antara lain:
  • Meningkatnya jumlah ekspor beras, sampai Indonesia mengalami swasembada pangan pada tahun 1984, yang merupakan sebuah prestasi membanggakan di mata dunia.
  • Harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) yang murah dan terjangkau bagi masyarakat kecil
  • Pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah di Indonesia
  • Program kependudukan melalui Keluarga Berencana yang berhasil sehingga mendapat penghargaan dari PBB berupa United Nations Population Award.
  • Kestabilan politik dengan digantinya sistem multipartai seperti pada zaman presiden Soekarno, dengan penyatuan kekuatan-kekuatan politik menjadi 3 partai yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Demokrasi Indonesia (PDI), dan Golongan Karya (Golkar)
  • Kemajuan ekonomi sehingga Indonesia sempat dimasukkan dalam daftar negara-negara industri baru bersama Singapura, RRC, dan Korea Selatan. Indonesia sempat dijuluki sebagai macan Asia.
Sumber: http://joedaniel22.blogspot.com/2012/01/kepemimpinan-soeharto-dan-agent-of.html



analisis :
termasuk dalam insider agent of changes karena memiliki memahami sistem sosial, pemahaman bahasa setempat, mengerti nama-nama, mengidentifikasi kebutuhan, dan populer dalamn lingkungan sekitar.

anjani tria lestari. 
201141201
fsiang

Kamis, 21 Maret 2013

Tugas KSP untuk bu Dwi Ajeng Widarini, S.Sos.M.Si


 Asumsi teori dan contohnya


A. Teori disonansi kognitif ( theory of cognitive dissonance)

Merupakan salah satu varian teori konsistensi kognitif. Istilah disonansi kognitif diambil dari teori yang di kemukakan oleh leon festinger,yaitu :
“ketidaksesuaian antara kognisi sebagai aspek sikap dan prilaku yang terjadi pada diri seseorang.”
Teori ini banyak berhubungan dengan sikap, perubahan sikap dan persuasi. Semua teori konsistensi dimulai dengan premis yang sama,yaitu “ semua orang lebih menyukai konsistensi dibandingkan dengan inkonsistensi” (little john, 1996)
Contohnya :  Seorang ibu ingin membeli obat pelangsing tubuh di sebuah salon kecantikan, namun setelah mendapatkan informasi secara tidak sengaja, ia sadar bahwa obat tersebut berbahaya bagi kesehatan.

B.   Teori pertukaran sosial

Teori ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu transaksi dagang.  Orang
berhubungan dengan orang lain karena mengharap sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya.
Thibault dan kellay pemuka utama menyimpulkan bahwa pertukaran sosial menurut mereka adalah “ setiap individu secara sukarela memasuki dan tinggal dalam hubungan sosial hanya selama hubungan tersebut cukup memuaskan jika ditinjau dari segi ganjaran, biaya, laba, dan tingkat perbandingan,”
Asumsi ganjaran tersebut, diartikan sebagai setiap akibat yang dinilai positif yang diperoleh seseorang dari suatu hubungan.

Contohnya : seorang janda pernah berhubungan dengan mantan suaminya sebelum perceraian dalam hubungan yang bahagia, janda tersebut pasti akan mengukur ganjaran hubungan interpersonal dengan mantan suaminya itu berdasarkan pengalaman dengan suaminya. Maka bahagia janda tersebut pada hubungan interpersonal sebelumnya, berarti semakin sukar pula janda tersebut memperoleh hubungan interpersonal yang memuaskannya.

C.   Teori keseimbangan dari heider

Ruang lingkup teori ini mengenai hubungan – hubungan anatarpribadi. Teori ini  berusaha menerangkan bagaimana individu sebagai bagian dari struktur sosial ( misalnya, sebagai suatu kelompok) cenderung berhubungan dengan satu sama lain.
Teori ini memusatkan perhatiannya pada hubungan intra pribadi yang berfungsi sebagai “ daya tarik”. Daya tarik menurut heider adalah semua keadaan kognitif yang berhubungan dengan perasaan suka dan tidak suka terhadap individu – individu dan objek – objek lain”.
Teori heider berkepentingan secara khusus dengan apa yang diartikan sebagai komunikasi intra pribadi, yaitu menaruh perhatian pada keadaan – keadaan intra pribadi tertentu yang mungkin memengaruhi pola – polahubungan dalam kelompok. Ahli komunikasi ini dapat menemukan keterkaitan erat antara keseimbangan dan tingkah laku komunikasi terbuka dari anggota kelompok.
Contohnya :  joni dan amel menjalin hubungan pertemanan dengan baik dan cukup dekat. Menurut joni,  amel adalah orang yang sangat baik dan memiliki solidaritas yang tinggi dalam berteman. Sedangkan menurut  amel , joni  adalah orang yang sangat egois dan tidak peduli dengan keadaan sekitarnya.

D.   Teori A-B-X Newcomb

Teori ini memusatkan perhatian pada pola hubungan yang ada diantara dua individu dalam berinteraksi dan pada objek yang mempengaruhi interaksi di antara mereka. Sistem A-B-X dari Newcomb memperluas teori hubungan intra pribadi dari heider sampai kepada interaksi yang terjadi diantara anggota dari kelompokyang hanya terdiri dari dua orang.
Komunikasi merupakan cara yang biasa dan efektif bagi orang yang mengorientasikan dirinya terhadap lingkungannya. ( severin dan tankard,2005)

Contohnya :  A dan B sedang membicarakan tentang kegunaan Blackberry serta kekurangan dan kelebihannya. B berpersepsi bahwa Blackberry adalah smartphone terbaik di dunia dan B pun sudah menggunakan gadget tersebut selama 1 tahun lebih. Kemudian A mencari informasi tentang Blackberry dan A menyampaikan pada B bahwa Blackberry bukannya smartphone terbaik di dunia, kebanyakan pengguna Blackberry hanya memanfaatkan aplikasi Blackberry Messeger nya saja dan menurut A smartphoneterbaik adalah iPhone. Lalu B mengatakan tidak hanya aplikasi tersebut yang di gunakan, ada pun aplikasi untuk mengirim Email dengan cepat. Sehingga A dan B saling mempengaruhi tentang persepsi mereka tentang Blackberry dan mereka saling meningkatkan keadaan simetris mereka.

E.    Teori perbandingan sosial dari festinger

Teori pendekatan perbandingan sosial mengemukakan bahwa tindakomunikasi dalam kelompok berlangsung karena adanya kebutuhan dari individu untuk membandingkan sikap, pendapat, dan kemampuan dengan individu lain.  Tekanan seseorang untuk berkomunikasi dengan anggota kelompok lainnya akan mengalami peningkatan jika muncul ketidaksetujuan yang berkaitan dengan suatu kejadian atau peristiwa. Hubungan dalam kelompok (group cohesiveness) juga menunjukan peningkatan.
Menurut festinger,  komunikasi  cenderung mengarah dalam struktur sosial yang diharapkan lebih dekat. Teori perbandigan sosial ini diupayakan untuk dapat menjelaskan bagaimana  tindak komunikasi dari para anggota kelompok mengalami peningkatan atau penurunan. ( goldberg dan larson, 1985)

Contoh : Kita selalu membandingkan diri kita dengan orang lain dan kelompok kita dengan kelompok lain. Hal-hal yang dibandingkan hampir semua yang kita miliki, mulai dari  sosial, status ekonomi, kecantikan, karakter kepribadian dan sebagainya. Konsekuensi dari pembandingan adalah adanya penilaian sesuatu lebih baik atau lebih buruk dari yang lain. Melalui perbandingan sosial kita juga menyadari posisi kita di mata orang lain dan masyarakat. Kesadaran akan posisi ini tidak akan melahirkan prasangka bila kita menilai orang lain relatif memiliki posisi yang sama dengan kita. Prasangka terlahir ketika orang menilai adanya perbedaan yang mencolok. Artinya keadaan status yang tidak seimbanglah yang akan melahirkan prasangka. Dalam masyarakat yang perbedaan kekayaan anggotanya begitu tajam prasangka cenderung sangat kuat. Sebaliknya bila status sosial ekonomi relatif setara prasangka yang ada kurang kuat.

F.    Teori Sosiometris Moreno

Merupakan sebuah konsepsi psikologi yang mengacu pada suatu pendekatan metodelogis dan teoretis terhadap kelompok. Teori ini beramsumsi bahwa “individu – individu dalam kelompok yang merasa tertarik satu sama lain,kan lebih banyak berkomunikasi, sebaliknya individu – individu yang saling menolak,banyak sedikit atau kurang melaksanakan tindakan komunikasi”.
       Tataran atraksi atau ketertarikan dan penolakan (repulsion) dapat di ukur melalui alat tes sosiometri, dimana setiap anggota diminta untuk memberi jenjang atau ranking terdahap anggota lainnya, dalam kerangka ketertarikan antarpribadi (interpersonal attractivess) dan keefiktikan tugas (task effetiveness).

       Contohnya : Dalam situasi  rapat ada beberapa orang yang benar-benar tertarik untuk mengikuti rapat tersebut dan ada juga beberapa orang yang kurang bahkan tidak tertarik untuk mengikuti rapat tersebut.



Sumber :

·      Komunikasi pembangunan  ( prof. Deddy mulyana, m.a., ph.d)
·      TEORI KOMUNIKASI (Perspektif, Ragam, dan Aplikasi) oleh H. Syaiful Rohim, M.Si.
·      KOMUNIKASI PEMBANGUNAN PENDEKATAN TERPADU (Sumandi dilla)