Asumsi teori dan contohnya
A. Teori
disonansi kognitif ( theory of cognitive dissonance)
Merupakan salah satu varian teori
konsistensi kognitif. Istilah disonansi kognitif diambil dari teori yang di
kemukakan oleh leon festinger,yaitu :
“ketidaksesuaian
antara kognisi sebagai aspek sikap dan prilaku yang terjadi pada diri
seseorang.”
Teori ini banyak berhubungan dengan
sikap, perubahan sikap dan persuasi. Semua teori konsistensi dimulai dengan
premis yang sama,yaitu “ semua orang
lebih menyukai konsistensi dibandingkan dengan inkonsistensi” (little john,
1996)
Contohnya : Seorang ibu ingin membeli obat pelangsing
tubuh di sebuah salon kecantikan, namun setelah mendapatkan informasi secara
tidak sengaja, ia sadar bahwa obat tersebut berbahaya bagi kesehatan.
B. Teori
pertukaran sosial
Teori
ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu transaksi dagang. Orang
berhubungan dengan
orang lain karena mengharap sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya.
Thibault dan kellay
pemuka utama menyimpulkan bahwa pertukaran sosial menurut mereka adalah “ setiap individu secara sukarela memasuki dan
tinggal dalam hubungan sosial hanya selama hubungan tersebut cukup memuaskan
jika ditinjau dari segi ganjaran, biaya, laba, dan tingkat perbandingan,”
Asumsi
ganjaran tersebut, diartikan sebagai setiap akibat yang dinilai positif yang
diperoleh seseorang dari suatu hubungan.
Contohnya :
seorang janda pernah berhubungan dengan mantan suaminya sebelum perceraian dalam
hubungan yang bahagia, janda tersebut pasti akan mengukur ganjaran hubungan
interpersonal dengan mantan suaminya itu berdasarkan pengalaman dengan
suaminya. Maka bahagia janda tersebut pada hubungan interpersonal sebelumnya,
berarti semakin sukar pula janda tersebut memperoleh hubungan interpersonal yang
memuaskannya.
C. Teori
keseimbangan dari heider
Ruang
lingkup teori ini mengenai hubungan – hubungan anatarpribadi. Teori ini berusaha menerangkan bagaimana individu
sebagai bagian dari struktur sosial ( misalnya, sebagai suatu kelompok)
cenderung berhubungan dengan satu sama lain.
Teori
ini memusatkan perhatiannya pada hubungan intra pribadi yang berfungsi sebagai
“ daya tarik”. Daya tarik menurut heider adalah semua keadaan kognitif yang berhubungan dengan perasaan suka dan tidak
suka terhadap individu – individu dan objek – objek lain”.
Teori
heider berkepentingan secara khusus dengan apa yang diartikan sebagai
komunikasi intra pribadi, yaitu menaruh
perhatian pada keadaan – keadaan intra pribadi tertentu yang mungkin
memengaruhi pola – polahubungan dalam kelompok. Ahli komunikasi ini dapat menemukan
keterkaitan erat antara keseimbangan dan tingkah laku komunikasi terbuka dari
anggota kelompok.
Contohnya
: joni dan amel menjalin hubungan
pertemanan dengan baik dan cukup dekat. Menurut joni, amel adalah orang yang sangat baik dan
memiliki solidaritas yang tinggi dalam berteman. Sedangkan menurut amel , joni adalah orang yang sangat egois dan tidak
peduli dengan keadaan sekitarnya.
D. Teori
A-B-X Newcomb
Teori
ini memusatkan perhatian pada pola hubungan yang ada diantara dua individu
dalam berinteraksi dan pada objek yang mempengaruhi interaksi di antara mereka.
Sistem A-B-X dari Newcomb memperluas teori hubungan intra pribadi dari heider
sampai kepada interaksi yang terjadi diantara anggota dari kelompokyang hanya
terdiri dari dua orang.
Komunikasi
merupakan cara yang biasa dan efektif bagi orang yang mengorientasikan dirinya
terhadap lingkungannya. ( severin dan tankard,2005)
Contohnya
: A dan B sedang membicarakan tentang
kegunaan Blackberry serta kekurangan dan kelebihannya. B berpersepsi bahwa
Blackberry adalah smartphone terbaik di dunia dan B pun sudah menggunakan
gadget tersebut selama 1 tahun lebih. Kemudian A mencari informasi tentang
Blackberry dan A menyampaikan pada B bahwa Blackberry bukannya smartphone
terbaik di dunia, kebanyakan pengguna Blackberry hanya memanfaatkan aplikasi
Blackberry Messeger nya saja dan menurut A smartphoneterbaik adalah iPhone.
Lalu B mengatakan tidak hanya aplikasi tersebut yang di gunakan, ada pun
aplikasi untuk mengirim Email dengan cepat. Sehingga A dan B saling
mempengaruhi tentang persepsi mereka tentang Blackberry dan mereka saling
meningkatkan keadaan simetris mereka.
E. Teori
perbandingan sosial dari festinger
Teori
pendekatan perbandingan sosial mengemukakan bahwa tindakomunikasi dalam
kelompok berlangsung karena adanya kebutuhan dari individu untuk membandingkan
sikap, pendapat, dan kemampuan dengan individu lain. Tekanan seseorang untuk berkomunikasi dengan
anggota kelompok lainnya akan mengalami peningkatan jika muncul ketidaksetujuan
yang berkaitan dengan suatu kejadian atau peristiwa. Hubungan dalam kelompok (group cohesiveness) juga menunjukan
peningkatan.
Menurut
festinger, komunikasi cenderung mengarah dalam struktur sosial yang
diharapkan lebih dekat. Teori perbandigan sosial ini diupayakan untuk dapat
menjelaskan bagaimana tindak komunikasi
dari para anggota kelompok mengalami peningkatan atau penurunan. ( goldberg dan
larson, 1985)
Contoh : Kita selalu
membandingkan diri kita dengan orang lain dan kelompok kita dengan kelompok
lain. Hal-hal yang dibandingkan hampir semua yang kita miliki, mulai dari sosial, status ekonomi, kecantikan, karakter
kepribadian dan sebagainya. Konsekuensi dari pembandingan adalah adanya
penilaian sesuatu lebih baik atau lebih buruk dari yang lain. Melalui
perbandingan sosial kita juga menyadari posisi kita di mata orang lain dan
masyarakat. Kesadaran akan posisi ini tidak akan melahirkan prasangka bila kita
menilai orang lain relatif memiliki posisi yang sama dengan kita. Prasangka
terlahir ketika orang menilai adanya perbedaan yang mencolok. Artinya keadaan
status yang tidak seimbanglah yang akan melahirkan prasangka. Dalam masyarakat
yang perbedaan kekayaan anggotanya begitu tajam prasangka cenderung sangat
kuat. Sebaliknya bila status sosial ekonomi relatif setara prasangka yang ada
kurang kuat.
F. Teori
Sosiometris Moreno
Merupakan
sebuah konsepsi psikologi yang mengacu pada suatu pendekatan metodelogis dan
teoretis terhadap kelompok. Teori ini beramsumsi bahwa “individu – individu dalam kelompok yang merasa tertarik satu sama
lain,kan lebih banyak berkomunikasi, sebaliknya individu – individu yang saling
menolak,banyak sedikit atau kurang melaksanakan tindakan komunikasi”.
Tataran atraksi atau ketertarikan dan penolakan (repulsion) dapat di ukur melalui alat
tes sosiometri, dimana setiap anggota diminta untuk memberi jenjang atau
ranking terdahap anggota lainnya, dalam kerangka ketertarikan antarpribadi
(interpersonal attractivess) dan keefiktikan tugas (task effetiveness).
Contohnya : Dalam situasi rapat ada beberapa orang
yang benar-benar tertarik untuk mengikuti rapat tersebut dan ada juga beberapa
orang yang kurang bahkan tidak tertarik untuk mengikuti rapat tersebut.
Sumber :
· Komunikasi pembangunan ( prof. Deddy mulyana, m.a., ph.d)
· TEORI
KOMUNIKASI (Perspektif, Ragam, dan Aplikasi) oleh H. Syaiful Rohim, M.Si.
· KOMUNIKASI PEMBANGUNAN
PENDEKATAN TERPADU (Sumandi dilla)